Unit Kepolisian Sektor Ipda Wonocolo, Edy Siswanto, membenarkan bahwa insiden dalam video tersebut terjadi di persimpangan Jemur Andayani, Surabaya.
Aksi 'guru guru besar Polantas' itu berlangsung sebelum Ramadhan atau sekitar April lalu.
"Itu jauh sebelum puasa, itu terjadi dengan baik (di persimpangan Jemur Andayani)," kata Sisnoto.
Sisnoto mengatakan bahwa pada saat itu, petugas lalu lintas Sektor Kepolisian Wonocolo, bernama Muhtoshar, memerintahkan semua mobil untuk pergi dalam garis lurus dan melarang berpaling.

Video berdurasi 1,44 menit itu diunggah ke akun twitter Aira Afni Amalia. Sejauh ini, video tersebut telah menyaksikan 813 ribu netizen.
"Itu jauh sebelum puasa, itu terjadi dengan baik (di persimpangan Jemur Andayani)," kata Sisnoto.
Sisnoto mengatakan bahwa pada saat itu, petugas lalu lintas Sektor Kepolisian Wonocolo, bernama Muhtoshar, memerintahkan semua mobil untuk pergi dalam garis lurus dan melarang berpaling.
Tetapi karena dia tidak menerimanya, pengemudi yang mengaku sebagai profesor hukum segera pergi untuk memberikan ceramah kepada petugas polisi.
"Itu (mobil) tidak mau pergi (kanan), lalu marah." Ya, saya ingin dia berbalik, tetapi anggota tidak berkelahi, mereka dibiarkan sendirian, "jelas Sisnoto.
Sebelumnya, video seseorang yang mengaku sebagai profesor memberikan ceramah tentang polisi lalu lintas viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di bundaran di Surabaya.
"Itu (mobil) tidak mau pergi (kanan), lalu marah." Ya, saya ingin dia berbalik, tetapi anggota tidak berkelahi, mereka dibiarkan sendirian, "jelas Sisnoto.
Sebelumnya, video seseorang yang mengaku sebagai profesor memberikan ceramah tentang polisi lalu lintas viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di bundaran di Surabaya.
Video berdurasi 1,44 menit itu diunggah ke akun twitter Aira Afni Amalia. Sejauh ini, video tersebut telah menyaksikan 813 ribu netizen.
Video yang diunggah pada Selasa (16/7) disukai oleh lebih dari 19 ribu akun dan retweet lebih dari 13 ribu kali.


0 Komentar